Sabtu, Juli 04, 2009

Surga adalah cahaya yang berkilau, aroma wangi yang membuai, istana yang berdiri kokoh, dan kebun-kebun rindang yang meneduhkan. Sungguh, wanita penghuni surga lebih utama dari bidadari karena bidadari tidak pernah bersusah payah dan tidak diberi kewajiban untuk taat, beribadah, melaksanakan perintah, atau meninggalkan larangan. Sementara itu, engkau diwajibkan untuk taat kepada Allah, suami , dan membina keluarga serta mendidik anak. Saudariku, bersabarlah di dunia beberapa jam untuk kebahagiaan bermiliar tahun. Bersabarlah sesaat untuk meraih surga, taman-taman indah, dan segala kemuliaan. Sesungguhnya, wanita yang dirindukan surga adalah wanita yang hatinya selalu bergantung di langit. Ruhnya selalu menjadi ruh si perindu dengan ibadah, ketaatan, syukur, dan kesabaran dalam menjalin kasih dengan Allah.


"Baca Selengkapnya......"

Menelusuri Jejak Manusia Agung

Mengenal Ibnu Hisyam

IA ADALAH Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam bin Ayyub al-Himyari. Tak diketahui dengan pasti kelahiran tokoh ini. Namun ia tumbuh dewasa di Bashirah kemudian merantau ke Mesir. Di sana ia berkumpul dengan Imam asy-Syafii. Keduanya sering bertukar syair Arab. Selain kitab Sirah-nya, Ibnu Hisyam juga menulis buku tentang nasab orang-orang Himyar dan raja-raja dalam karyanya at-Tijan yang ia riwayatkan dari Wahab bin Muabbih. Ia wafat di Fusthtath Mesir. Abu Said Abdurrahman bin Ahmad bin Yunus berkata, ”Ibnu Hisyam wafat pada 13 Rabiul Awal 218 H yang bertepatan dengan Mei 834 M.

"Baca Selengkapnya......"

Menelusuri Jejak Manusia Agung

Potret kehidupan Rasulullah saw dan para sahabatnya adalah cermin bagi kaum Muslimin dalam mengisi jenak-jenak kehidupannya.

Mengenal Ibnu Ishaq

IA ADALAH Muhammad bin Ishaq bin Yasar bin Khiyar Abu Abdillah al-Madani al-Qurasyi Maula Qais bin Makhzamah bin al-Muththalib bin Abdi Manaf. Kakeknya Yasar, termasuk di antara mereka yang tertawan dalam Perang Ain at-Tamar, sebuah wilayah sebelah barat Kufah. Wilayah itu ditaklukkan oleh kaum Muslimin pada masa pemerintahan Abu Bakar ash-Shiddiq. Yasar dibawa ke Madinah dan disanalah cucunya Muhammad bin Ishaq lahir pada 85 H. Ia menghabiskan masa mudanya di Madinah, lalu merantau ke Iskandariyah, Kufah, Bashrah dan Baghdad. Di kota inilah ia menutup usianya setelah diminta Khalifah al-Manshur untuk menulis kitab sirah.

"Baca Selengkapnya......"

Orang BIJAK dan Anak KECIL

SEORANG bijak, suatu hari mengajukan pertanyaan kepada seorang anak kecil yang selalu aktif mengikuti shalat Shubuh berjama’ah di masjid. Sang hakim ingin mengetahui, apakah anak itu mengerjakan shalat sebagai kebiasaan saja, ataukah karena kewajiban.

“Wahai anakku, manakah yang lebih utama menurutmu; harta atau akal..??” tanya hakim.

“Akal,” jawab anak itu.

“Mengapa...?”Anak itu menjawab, “Karena akal akan mendatangkan harta, sedangkan harta akan menghilangkan akal.”

“Harta atau keadilan..?” tanya orang itu lagi.

“Keadilan.”

“Mengapa....??”

“Karena harta akan melindungi pemiliknya dari kezaliman di saat keadilan tiada, sehingga dia menjadi tujuan saat ketidakadilan didapatkan, maka harta hanyalah perantara saja, bukan tujuan.”

Lalu hakim bertanya lagi, “Harta atau kekuasaan..??”

“Harta,” jawab anak kecil itu.

“Mengapa..?”

“Karena harta akan menjadi perantaraku untuk menguasai hati apabila kubelanjakan dalam kebaikan. Sedangkan kekuasaan terhadap hati lebih agung. Adapun kekuasaan duniawi seringkali menjadikan aku durhaka dan melampaui batas. Lalu aku berbuat zalim, sehingga aku kehilangan kekuasaan atas hati dan orang – orang sekitarku akan mengincar aku.”

“Wahai anakku, harta ataukah teman...??”

“Teman. Karena dengan harta saja aku tidak mampu mendapatkan seluruh keinginanku. Tetapi dengan berteman, aku dapatkan semua yang aku inginkan.”

“Harta atau kesehatan..??”

“Kesehatan. Karena kesehatan akan mendatangkan harta. Sedangkan harta secara sendirian tidak mampu mendatangkan kesehatan.”

“Aku atau kamu..?” tanya ahli hikmah itu mengakhiri pertanyaannya.

“Engkau dan aku. Engkau adalah sungai yang penuh mengalirkan hikmah dan ilmu. Sedangkan kami adalah tumbuhan yang minum darinya.”

“Sungguh, hatiku dingin dan tenteram mengetahui jawabanmu, anakku. Semoga Allah melimpahkan berkah kepadamu. Jagalah (hak-hak) Allah,” tutur sang ahli hikmah.

"Baca Selengkapnya......"

Rabu, Juli 01, 2009

BELUM TAU YA............ MENULIS BISA MENYEHATKAN


“ USAHAKAN menulis setiap hari, niscaya kantong di bawah mata akan lenyap dan kulit akan terasa segar kembali,” kata seorang penulis senior asal Maroko, Fatimah Mernissi. Bahkan dalam sebuah karyanya, Mernissi memberi judul salah satu bab dengan menulis Lebih Baik daripada Operasi Pengencangan Kulit dan Wajah. Percaya atau tidak, yang jelas Dr. Pennebaker, Psikolog dan Peneliti yang juga penulis buku Opening Up menyatakan hasil penelitiannya bahwa menulis tentang pikiran dan perasaan terdalam mampu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, menghasilkan suasana hati yang lebih baik dan pandangan yang lebih positif. Jadi, dengan menulis kesehatan fisik jadi lebih baik. So, penasaran...?? Yuk sama-sama menulis...!!!

"Baca Selengkapnya......"

KATA – KATA BIJAK TENTANG CINTA



  • Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.
  • Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.
  • Ada 2 tetes air mata mengalir di sebuah sungai. Satu tetes air mata itu menyapa air mata yg satu lagi," Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?". Jawab tetes air mata kedua itu," Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu saja."
  • Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
  • Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
  • Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangatCinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.

"Baca Selengkapnya......"

Puisi


Alampun berbunyi...
Bersiul-siul namun bukan gembira, hanya siul...
Berderak-derak namun bukan marah, hanya derak...
Berdesir-desir, namun bukan cemburu, hanya desir..
Alam berbunyi tanpa kata.
Alam bersuara tanpa rasa.
Alam berisik tanpa makna.
Hanya berbunyi dan berbunyi.
Memuji sang Dewi.
Memuja sang Dewa.
Semua milik sang Gusti.
Kembali kembali dan kembali.
Perlu hening untuk memahami.
Menutup mata agar terbuka hati.
Bunyi ditengah sunyi yang indah.
Meditasi kontemplasi…
Terkuak dan memahami…
Alampun berbunyi…
Bunyi yang harmoni…

"Baca Selengkapnya......"